Páginas

1 2 3 4
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Yeyet, proaktif dekati PBB.

TDB, SUKABUMI – Bakal calon Walikota Sukabumi, Yeyet Hudayat, berusaha proaktif dekati PBB untuk memastikan Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Sukabumi mengusung dirinya di pilkada kota sukabumi 2013 nanti.

Bahkan menurut informasi, Kepala BPJ II Sukabumi itu sudah tiga kali melakukan pertemuan penting dengan pengurus DPC PBB Kota Sukabumi guna membahas kemungkinan Yeyet diusung PBB di Pemilukada 2013 mendatang.

“Agenda utama pertemuan saya dengan PBB kali ini untuk nyatukan visi misi dengan PBB hingga PBB memastikan mengusung saya pada pemilukada nanti”, jelas Yeyet, saat bertemu dengan para pengurus DPC dan PAC PBB di salah satu tempat, di Jalan Jalur, belum lama ini,(14/9).

Selain komunikasi dengan PBB, Yeyet juga diketahui tengah dekat dengan Partai Gerindra. PAN dan partai lain yang tidak mendapatkan kursi di DPRD. Bahkan didapat inpormasi Yeyet sudah mengembalikan surat kesediaan menjadi bakal calon Walikota Sukabumi usungan Gerindra.

Dikatakan, dirinya gencar melakukan komunikasi politik dengan sejumlah parpol dengan harapan agar pertarungan dirinya di pilkada nanti melalui jalur parpol.

Sementara itu, Ketua DPC PBB Kota Sukabumi, Agus Subagja masih belum bisa memastikan siapa balon yang akan diusung partainya. “Tunggu saja hasilnya, sebab kami masih harus harus bermusyawarah lebih jauh dengan para pengurus lain”, kilahnya. 

Meski demikian, ia tidak menampik tengah melakukan komunikasi inten dengan Kepala BPJ II Sukabumi itu. “Jika siap diusung PBB harus siap pula mengemban visi misi PBB dengan segala resikonya,” tegas Agus. (Red)
Ler Mais

Isak Tangis Para Guru dan Murid SMPN 3 Cibadak Mengiringi Kepergian Asep Sutadi, S.Pd, MM.

TDB, SUKABUMI – Isak tangis para guru dan murid SMPN3 Cibadak, kabupaten Sukabumi mengirigi kepergian Kepala sekolah yang dikenal sangat ramah, namun tegas dalam melaksanakan segala kebijakan terkait peraturan yang diterapkannya.

Mereka sangat terharu dan berat hati melepas kepindahan beliau ke sekolah baru yang akan ditempati dan dipimpinnya, yakni SMPN1 Cibadak, meski jarak antara sekolah lama dengan sekolah baru yang akan ditempatinya itu diperkirakan tidak lebih dari 6 km.

Suasana haru tersebut terlihat, saat acara pisah sambut kepala sekolah yang digelar di lapang basket halaman SMPN3 Cibadak, yakni melepas kepergian Asep Sutadi yang pindah ke SMPN1 Cibadak  dan menyambut kedatangan Kepala sekolah baru, yakni Drs. Osad, berasl dari SMPN Purabaya, Jampang Tengah, kabupaten Sukabumi, Sabtu (15/9).

Acara yang mengandung tema pesan berbahasa sunda ‘Mugi Nu Amitan Waluya Walagri Pendak Sareng Kabagjaan,  Wilujeng  kanu Sumping Mugi Rahmat Nu Maha Suci Nyarengan’ (Semoga yang meninggalkan segar dan tegar bertemu dengan kebahagiaan, selamat kepada yang datang  semoga rahmat Yang Maha Suci menyertai) yang digelar di lapangan basket halaman SMPN3 Cibadak itu dihadiri para guru, komiteu, para siswa dan undangan lainnya.

Anita, salah seorang guru dari sekian guru yang merasakan hal itu kepada tabloid ini mengungkapkan,  bawa kedekatan beliau terhadap murid, terutama para guru itulah yang membuat nya merasa kehilangan. “Ia telah banyak memberi didikan, contoh tauladan khususnya kepada kami para guru, dan murid pada umumnya”, kenang guru olah raga itu.

Dikatakan, yang paling berkesan bagi Anita, yakni cara memimpin beliau dengan penuh rasa kekeluargaan layaknya seorang ayah kepada anaknya. “Ia tidak menjadikan kami sebagai anak buah, melainkan kami dijadikannya partner kerja”, kesannya.

Sementara itu, wakil kepala sekolah, Eni Suryani pun mengaku berat dan sangat kehilangan, sebab menurut Eni pihaknya masih sangat membutuhkan sosok seorang pemimpin atau pigur kepemimpinan seperti beliau. Menurutnya beliau itu orangnya transparan bijaksana kemudian memotifasi seluruh bawahan, bahkan membantu itu tidak hanya dalam kedinasan saja. “Bahkan pribadipun  misalnya maslah keleluarga, ia sangat peduli terhadap kesejahteraa an keselamatan para guru atau anak buahnya”, papar Eni. “Terutama dalam memberikan contoh dan menerapkan kedisiplinan”, sambungnya.

Tidak hanya dengan para guru yang mengaku merasa kehilangan, para siswa pun  merasakan hal yang sama. Mereka sangat terkesan dengan penerapan kedisiplinan terhadap sekolahnya, hingga diakui sebagai sekolah percontohan. “ Dulu sekolah ini tidak dikenal, namun berkat kepemimpinan pak Asep, SMPN3 Cibadak kini menjadi sekolah percontohan, khususnya di Jawa Barat, dan bahkan seloruh Indonesia pada umumnya”, Ujar Ketua OSIS SMPN3 Cibadak, Muhammad Pahrurraji Sulaeman.

Itulah yang membuat haru dan berat para guru dan murid-murid SMPN3 Cibadak, melepaskan kepindahan kepala sekolah yang menyandang gelar guru teladan tingkat Nasional itu.

Karena itu, para guru dan murid murid SMP itu sangat berharap kepada kepala sekolah yang baru bisa bekerjasama  untuk mempertahankan apa yang sudah baik yang sudah diterapkan di SMPN3 oleh kepala sekolah lama, minimal mempertahankan apa yang sudah ada. Terutama kedisiplinan kepada siswa dalam sikap dan prilaku sehingga mereka bisa memupuk prestasi-prestasi yang lebih meningkat lagi. “Terlebih dalam hal transparansi”, sambung wakil kepala sekolah mengakhiri perbincangannya

Sementara saat diminta tanggapan mengenai harapan para guu dan murid terhadapya, kepaala sekolah baru, Drs. Osad, mengatakan insay-Allah dirinya akan bisa mempertahankan yang sudah ada. Bahkan akan berusaha agar lebih mengembangkan potensi yang sudah dirintis oleh pendahulunya. (Malik)
Ler Mais

Polisi akan Tembak di Tempat Perusak Properti

Akibat yang Ditimbulkan oleh Pengrusakan Oknum GARIS
TDB, SUKABUMI - Kepala Kepolisian Resort (Kapolresta) Sukabumi Kota, Ajun Komisaris Besar, Witnu Urip Laksana, menegaskan akan menembak di tempat para pelaku yang melakukan
tindakan melanggar hukum.

Langkah tegas akan dilakukan oleh petugas menyusul perusakan kantor leasing “A” yakni kantor lembaga pembiayaan yang berlokasi di Jln. Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, kota Sukabumi hingga beberapa kaca depan kantor hancur berantakan.

“Siapapun pelakunya, kami akan menindak tegas. Bila perlu akan menembaknya di tempat,” tegas Kapolresta Sukabumi, Jumat (14/9/12).

Dilain pihak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Reformasi Islam, H. Chep Hernawan sangat menyesalkan terjadi aksi perusakan. Pihaknya sangat berharap seluruh anggotanya untuk segera mengehentikan aksi tersebut. Cecep menduga aksi tersebut karena terprovokasi isu yang menjerumuskan. 

“Karena itu, saya berharap peristiwa serupa tidak perlu terjadi lagi. Kami sangat menyesalkan persitiwa tersebut,” ujarnya. (Malik)
Ler Mais

Tentara Mali lepaskan tembakan dan bunuh 16 sipil yang mereka curigai sebagai "militan"

TDB, SEGOU  - Sedikitnya 16 warga sipil tewas oleh tembakan tentara Mali di pusat wilayah Segou ketika pasukan menembak kendaraan mereka, ujar polisi setempat.

Insiden terjadi tengah malam pada Sabru (8/9/2012) di kota Diabali, namun otoritas mengklaim bahwa mereka yang tewas adalah pejuang Islam.

Di antara mereka yang menjadi korban adalah dua warga mali dan 14 Mauritania.
Sumber militer mengatakan kepada Al Jazeera bahwa yang menjadi korban adalah pejuang Islam dan mereka tidak mengindahkan seruan tentara untuk berhenti di pos pemeriksaan dan akhirnya tentara melepaskan tembakan.

"Ini sangat bertentangan dengan sumber-sumber kami di kota Segou.  Mereka mengatakan kepada kami bahwa orang-orang itu bukanlah 'militan' Islam," ujar reporter Al Jazeera.

"Mereka sedang dalam perjalanan untuk menghadiri pertemuan agama di Bamako, ketika tentara melepaskan tembakan dan membunuh mereka," ujar Ahelbarra mengutip berbagai sumber.
Seorang polisi juga memastikan bahwa korban tewas adalah anggota dari sekte Islam, lansir AFP dan mereka bukan "militan" Islam seperti yang diklaim militer. (sourch: haninmazaya/arrahmah.com)
Ler Mais

Bisakah Pengurus YLPI Ibadurrahman kembali Mengemban Risalah Ilahiyyah ?

TDB, Sukabumi -- Sejarah kehadiran Pesantren Ibadurrahman, Tegalega, Kota Sukabumi berawal dari ghirah tokoh-tokoh masyarakat setempat  yang meminta KH. Dadun Abdulqahhar (alm.) untuk berdakwah karena konon daerah Tegallega dan sekitarnya, saat itu, adalah basis Partai Komunis Indonesia (PKI), penganut faham komunis dan  Animisme.

Menurut sumber yang dapat dipercaya, saat itu, yakni tahun 1964 atas usul Bapak Ali Basri dari Lembursitu (alm.) dan H. Ahmad Dasuki Tegallega kepada KH. Dadun Abdulqahar (alm.) -- Pimpinan Yayasan Adda’wah, Cibadak Kabupaten Sukabumi untuk mendirikan sebuah Pesantren di Tegallega Lembursitu Kecamatan Baros dengan induk ‘Yayasan Da'wah’.

Sekalipun pembangunan komplek pesantren itu belum memenuhi seperti yang direncanakan, namun tahun 1967 sudah mulai difungsikan. Mengenai pengelolaannya diserahkan kepada kakak beliau, KH. Acun Mashur (Alm.), dengan dibantu adiknya, KH. Abdul Malik (Alm.), yang dilanjutkan oleh KH. Fatullah Mansur  yang lebih dikenal dengan Abah Fatah hingga sekarang.

Sementara, Para wakif yang mengikhlaskan tanahnya untuk pesantren, menurut sumber tersebut  antara lain : H. Hasbullah, H. Ahmad Dasuki, H. Ahmad Faqih, H. Mukhtar dan lain-lain. Diatas tanah itulah, lanjut sumber, kemudian dibangunlah mesjid, rumah untuk Kiyai dan asrama untuk mondok para santri.

Pada saat pondok didirikan, KH Acun bertugas di pesantren Syamsul-ulum untuk membantu mengembangkan pondok yang didirikan oleh kakak kandung beliau, KH Amad Sanusi. Sedangkan  KH Dadun Abdulqahhar sudah mengembangkan pesantren Ad-Da'wah di Cibadak, dan KH Abdul Malik tinggal di Bogor.

“Ketiga orang inilah yang diminta oleh masyarakat Tegallega untuk mengembangkan pesantren”. Kenang sumber itu.

Dikatakan, di jaman serba moderen saat ini, realita keberadaan fahanm-faham yang diungkap sebelumnya  sudah tiada, namun bentuk penghambaan terhadap materi dan hedonisme, sudah meraksuki hati para pemeimpin. Tak terkecuali pemimpin yayasan atau pondok pesantren yang notabene mengemban amanah risalah ilahiyah, “seperti yang terjadi sejak zaman reformasi ini”, tambahnya.

Bahkan tak jarang para ustadz, mualim hingga para kiyai, terjerumus kepada lubang, ranah politik demokratis yang terlihat jelas menyimpang  dari prinsif dasar tugas dan fungsi keberadaan mereka sebagai pengemban amanah risalah ilahiyah.

“Ya, kemungkinan seperti halnya yang terjadi kepada yayasan tersebut kini”. Ungkap alumnus Pondok Pesantren (ponpes) Ibadurrahman angkatan pertama  yang identitasnya minta dirahasiakan.  Demikian pula menurut keterangan keterangan yang berhasil dihimpun media ini dari para alumnus YLPI angkatan pertama lain.

“Salah satu penyebab kemunduran YLPI dari segi pendidikan non formal, seperti pondok pesantren inipun, diduga karena pengurus yayasan sudah terhipnotis oleh kepentingan politis”, ungkapnya. “Kini tergantung kepada para pengurus atau pengelola, bisakah ia kembali mengemban risalah Ilahiyyah, seperti yang digagas para pendahulunya?", tanya salah seorang alumnus angkatan pertama ponpes YLPI tegalega, yang identitasnya minta dirahasiakan, kepada media ini, beberapa waktu lalu.

Oleh karenanya, khawatir akan keberaadaan tersebut, para alumni, khususnya alumni Pondok Pesantren Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Tegalega, kota Sukabumi yang peduli terhadap almamaternya tengah  menggagas pertemuan alumni akbar bertema ‘Merajut sillah, menyulam ukhuwah & Meraih mardlotillah’.

Sedangkan mengenai kepastian kapan dan dimana pertemuan tersebut akan dilaksanakan, mereka belum bisa memastikannya. “Yang jelas pada saatnya nanti, insya-Allah semuanya akan kami undang”, pungkasnya. (Red)


Ler Mais

Polda Jatim bantah markasnya disusupi anggota JAT

TDB, SURABAYA -- Kabar adanya 2 orang yang diduga jaringan anggota Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) menyusupi ke Mapolda Jawa Timur dibantah Kabid Humas Polda Jatim. Peningkatan keamanan di lingkungan polda hanya sebagai latihan meningkatkan kewaspadaan anggotanya.

"Kita harus meningkatkan kewaspadaan kalau ada polisi diserang. Kita melakukan kegiatan latihan, razia itu harus dilakukan," kata Kabid Humas Kombes Pol Hilman Thayib seperti dikutip detiksurabaya.com, Rabu (5/9/2012).

Latihan peningkatan kewaspadaan semua unsur kepolisian tersebut dilakukan untuk mengantisipasi seperti kasus penembakan anggota di pos polisi di Solo Jawa Tengah.
"Salah satunya meningkatkan kewaspadaan anggota di polda, polres, polsek atau pos polisi. Jangan sampai ditembak, tapi anggotanya tidak siaga," tuturnya.

Ketika ditanya lebih lanjut, apakah 2 orang yang dikabarkan sebagai anggota JAT itu memang sengaja diundang polda, untuk sebagai alat latihan, mantan Kapolrestabes Banjarmasin ini enggan menjelaskannya.
"Nggak usah dengarkan kata orang lain. Dengarkan kita saja. Ini cuma latihan kewaspadaan, semua unsur dilibatkan. Untuk meningkatkan kewaspadaan, kan nggak tahu siapa yang datang," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengamanan Markas Polisi Daerah Jawa Timur diperketat setelah tersiar kabar jika 2 orang yang diduga anggota JAT telah menyusup ke salah satu gedung yang ada di mapolda.
Satu dari dua orang itu berinisial HW terlihat di cctv mengenakan kemeja motif garis warna biru gelap coklat putih, celana warna biru gelap, memakai sepatu serta membawa tas ransel warna hitam.

Kedua orang tersebut turun dari lantai 2 atau 3 Gedung Waspada. Keduanya tidak diketahui masuknya, namun dimungkinkan mereka masuk dari sisi barat Gedung Waspada, tiba-tiba muncul dan langsung turun ke lantai 1. Anggota intel yang mengetahui kedua orang tersebut, langsung mencari keberadaan orang tersebut hingga ke arah RS Bhayangkara yang terletak di sisi selatan polda, namun tidak ditemukan keduanya. (sourch: Arrahah.com)
Ler Mais

DK, Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Alkes, Kembali Diperiksa

TDB, CIKOLE – Penyelidikan kasus dugaan korupsi Alat Kesehatan (Alkes) di RSUD R Syamsudin SH, terus digelar. Salah satu tersangka, DK yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen pada kasus tersebut kembali diperiksa tim Kejaksaan Negeri Sukabumi bererapa waktu lalu. Menurut Kepala seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kota Sukabumi, Wawan Gunawan, hal tersebut dilakukan untuk melengkapi kekurangan berkas yang sudah dikumpulkan.

Ditegaskan Wawan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera melimpahkan kasus tersebut ke Pengadilan Tinggi Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Bandung. Meski dari informasi yang dihimpun sebelumnya, pihak Kejari Sukabumi akan melimpahkan kasus tersebut sesudah lebaran, namun hingga kini pihaknya belum bisa melimpahkannya dikarenakan masih terkendala hasil BPKP. “BPKP nya kan belum turun. Jadi kita belum bisa memastikan kapan akan dilimpahkan. Tapi kita berharap bisa secepatnya,” Kata Wawan kepada wartawan.

Dikatakan, dalam kasus ini Kejari sudah menetapkan dua tersangka yakni DS selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan LC sebagai rekanan. Selain dua tersangka, pihak Kejari Sukabumi juga sudah menyita Rp300 juta. “Kemungkinan jumlah tersebut akan bertambah. Tapi kembali lagi, kita menunggu hasil pemeriksaan BPKP nya untuk mengetahui secara pasti berapa kerugian negara yang diakibatkan oleh kasus ini", kilahnya.

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun hingga kini pihak kejaksaan masih belum melakukan penahan, dengan alasan keduanya masih kooperatif. (Malik)
Ler Mais

YLPI Tegalega Sukabumi harus bangkitkan Ponpes kembali

Tampak dari kiri ke kanan: Mang Baksil, Yusuf Ramdan, Yan Hasanudin Malik, Ema Marlia, Tuti Mardiyah, Eti Rusmiati

TDB, SUKABUMI -- Alumni Madrasah Aliyah (MA) angkatan tahun 1989 Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Tegalega, Lembur Situ, kota Sukabumi, berharap agar Yayasan yang membidangi pendidikan mulai dari Taman-kanak (TK) hingga setara SMA saat itu, membangkitkan dan menghidupkan kembali pendidikan Pondok Pesantren (PP).

Harapan tersebut muncul saat acara pertemuan beberapa alumni MA YLPI Tegalega angkatan ’89 yang diadakan,  menjelang diadakannya pertemuan akbar alumni YLPI Tegalega yang akan dilaksanakan bulan Sya’ban yang akan datang, Minggu (2/9).

“Pertemuan ini hanya pertemuan sebagian kecil alumni MA YLPI Tegalega angkatan tahun 89 saja”, ujar A. Malik AS, ketua sementara alumni MA YLPI Tegalega angkatan ’89 kepada Tabloid ini, sesaat setelah acara pertemuan usai, bertempat di ruang rapat BMT Ibaadurrahman, jalan Suryakencana, kota Sukabumi.

Menurut  Mang Baksil (panggilan akrab A. Malik AS), pertemuan ini bukan pertemuan istimewa, hanya pertemuan sederhna menjelang pertemuan akbar alumni YLPI Tegalega yang akan dilaksanakan bulan Dzulhijjah 1433 H yang akan datang. “Pertemuan ini hanya pertemuan kecil. Insya-Allah pertemuan akbar seluruh alumni YLPI Tegalega akan dilaksanakan bulan Dzulhijjah 1433 H. Dan insya-Allah pula akan dihadiri oleh beberapa angkatan”, ujarnya.

Karena kepedulian mereka terhadap almamater, satu ide harapan muncul dari hasil pertemuan sederhana tersebut, yakni alumni MA YLPI Tegalega ’89 akan mengusulkan agar yayasan menghidupkan kembali pendidikan Pondok Pesantren yang selama beberapa tahun belakangan ini sudah tidak terlihat eksistensinya. “Kami berharap agar Yayasan, menghidupkan kembali Ponpes yang sejak digulirkannya reformasi, sudah tidak terdengar gaungnya lagi”. Tambahnya.

Padahal menurut Mang Baksil, sebelumnya YLPI Tegalega sangat dikenal dengan Ponpes moderennya. “Bahkan santrinya pun banyak yang datang dari luar pulau”, kenangnya. Namun Ia pun belum mengetahui pasti, apa penyebab hal tersebut.

Selain Mang Baksil, ikut hadir dalam pertemuan itu, Direktur BMT Ibadurrahman, Eti Rusmiati, SE, Yan Hasanudin Malik, Wakil Ketua MUI Kota Sukabumi, Yusuf Ramdani yang kini mengajar di salah satu SMP di Sukabumi, Hj. Tuti Mardiyah, pengusaha kondang di Ciranjang, Ema Marlia, guru di sebuah SD ternama di Sukabumi.

Disinggung ketidak hadiran rekan-rekan yang lain dalam pertemuan ini, Mang Baksil berkilah, ia sudah mengundangnya, namun pada saat bersamaan mereka sedang ada kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkannya. “Yang jelas kami sudah memberi kabar sebelumnya, bahwa hari ini ada silaturahmi seperti ini”, tegasnya.

Dijelaskannya oleh karena pertemuan atau silaturahmi kali ini banyak yang tidak bisa hadir, maka menurutnya pertemuan tersebut akan ditindak lanjuti atau dijadual ulang akhir September 2012 yang akan datang. “Kami berharap pada waktunya mereka bisa menyisihkan waktu untuk hadir di pertemuan seperti ini”, pungkasnya. (Red)
Ler Mais

Ahmad Fami bantah isu dirinya sudah pastikan Calon Pendamping (F2) untuk maju pada Pilkada Kota Sukabumi 2013 Mendatang.


TDB, SUKABUMI - Terkait  rencana pencalonan dirinya ikut Pemilukada Kota Sukabumi, Ahmad Fahmi, bakal calon dari Partai Keadilan Sejahtera (balon-PKS)  membantah isu, dirinya sudah pastikan calon pendamping (F2) untuk melengkapi pencalonannya menuju Walikota (F1), pada Pemilukada Kota Sukabumi 2013 nanti.

Bantahan itu diutarakan Fahmi kepada wartawan saat ditanya seputas isu yang sedang berkembang di masyarakat, terutama beberapa partai politik (parpol) di kota Sukabumi, bahwa dirinya sudah pastikan calon pendamping untuk ikut mendaftarkan diri dan maju pada pemilukada Kota Sukabumi 2013 mendatang.

“Ya, silahkan-silahkan saja, tapi dari sisi struktural PKS  samasekali belum menentukan sikap akan berpasangan dengan siapa dan di posisi apa kita nanti”, kilahnya.  “Selama ini saya masih memfokuskan kepada peningkatan popularitas dan elektabilitas saya secara pribadi”, aku Wakil ketua DPRD Kota Sukabumi dari PKS kepada, sesaat setelah usai melaksanakan  Rapat Paripurna mendengar nota APBN 2013, di Gedung DPRD Kota Sukabumi, beberapa waktu lalu.

Kemudian, lanjut Fahmi,  selama ini partainya masih melakukan komunikasi politik dan kajian terhadap beberapa kanditat yang dianggap layak  untuk bisa mendampinginya. “Kita masih mengadakan kajian terhadap beberapa kabdidat yang dianggap layak sebagai pendamping”, katanya.

“Karena PKS ingin Ideal, diantara yang kita harapkan bagaimana ada orang yang mampuh bersama-sama dengan PKS untuk merubah atau menata ulang kondisi-kondisi kota kita serta mampu memperbaiki kondisi yang ada”, papar Fahmi.

Di akhir perbincangannya Fahmi pun berharap agar semua terutama masyarakat, bisa memanfaatkan momen ini sebaik baiknya, memilih berdasarkan hati nurani. “Paling penting masyarakat agar istikharah sebelum menentuikan pilihan nanti”, pungkasnya. (Malik)
Ler Mais

Bisnis Rental Mobil Mulai Ramai


TDB, Jakarta: Bisnis penyewaan mobil mulai menggelat menjelang Idul Fitri. Banyaknya masayarakat yang akan mudik menggunakan mobil sewaan atau rental, meningkat. Seperti pengakuan Misna, salah seorang penyelia sebuah perusahaan rental mobil di kawasan Jalan Arteri Pondok Indah Jakarta Selatan. Omzet bisnis rental mobilnya naik hingga 70 persen dibandingkan hari-hari biasa.

"Saat ini musim high season, jika hari biasa penghasilan kami hanya sekitar Rp5 juta/ perharinya. Sementara itu, pada "high season" lebaran ini omzet per hari bisa mencapai kisaran Rp 20 juta, ujar Misna. Menurutnya, jumlah mobil yang disewa juga naik. Jika pada hari biasa hanya sekitar 4 hingga 5 unit kendaraan yang keluar. Menjelang Lebaran saat ini sekitar 10 hingga 12 kendaraan.

"Untuk lebaran tahun ini kita akan menyiapkan kendaraan hingga lima belas unit mobil," ujarnya. Umumnya para penyewa mobil ini adalah mereka yang berkeluarga dengan daerah tujuan mudik di sekitar Pulau Jawa,  seperti Surabaya, Semarang, Solo, Yogyakarta, Malang, dan sebagainya.

Sedangkan jenis kendaraan yang banyak diminati adalah Toyota Kijang, dan Toyota Avanza. (sourch:Liputan6.com (GEG/YGI/ARI)
Ler Mais

DPW PBB Jabar Gelar Safari ke Setiap DPC

Para Pimpinan Pengurus DPW PBB Jabar & DPC Kota Sukabumi
saat mengunjungi DPC PBB Kota Sukabumi
TDB (SUKABUMI) -- Dewan Pimpinan Wilayah Partai Bulan Bintang (DPW-PBB) Jawa Barat (Jabar) selama bulan ramadhan ini menggelar safari ke setiap DPC-DPC di wilayahnya.

Menurut Sekretaris DPW PBB Jabar, Alit Rahmat, Selain bersilaturrahmi, hal itu dilakukan demi memastikan dan memantau sampai sejauhmana keseriusan DPC-DPCnya dalam memenuhi administrasi sebagi syarat agar partainya lolos verifikasi, hingga partainya kembali bisa ikut andil dalam meramaikan pesta demokrasi pada pemilu 2014 mendatang.

“Terlebih mengingatkan jika mungkin ada kekurangan dalam mempersiapkan administrasi, menghadapi verifikasi yang harus tuntas bulan agustus ini”, jelas Alit Rahmat kepada TDB, ditemui saat kunjungan bersama timnya di DPC PBB Kota dan Kabupaten Sukabumi, Kamis (2/7).

Ikut serta dalam rombongan safari tersebut, Wakil ketua DPW PBB Jabar, Gunawan mansur, Wakil sekertaris DPW PBB Jabar lainnya,Tatang Mulyana dan Pemuda PBB, Diki. Rombongan diterima langsung para pimpinan dan pengurus DPC PBB Kota Sukabumi.

Sementara, sekretaris DPC PBB Kota Sukabumi, Salman Faisal menyatakan kesediaannya untuk membantu menyikapi, agar pihaknya bisa memenuhi target ambang batas verifikasi yang salah satunya mengumpulkan 1000 KTA. “Hingga saat ini baru terkumpul kurang 900 KTA. Insya-Allah bulan agustus ini target itu akan terpenuhi”, yakin Salman.

Salman juga mengatakan, target tersebut adalah target minimal batas verifikasi keanggotaan. Namun sambung Salman, pihaknya akan terus berusaha mendapatkan lebih, yakni minimal 1500 KTA. “Dengan demikian, jika terjadi kesalahan-kesalan atau ketidak cocokan pencatatan identitas pada KTA, yang akan berakibat gagal memenuhi abang batas verifikasi, kita akan tetap aman dengan kelebihannya itu”, papar Salman.

Para pimpinan dan pengurus DPC PBB Kota sukabumi yang ikut menyambut kedatangan para Pimpinan DPW  PBB jabar, selain Sekertaris DPC, hadir pula H. Lili Solihin, wakil ketua, sekaligus sebagai anggota DPRD Kota Sukabumi  dari PBB, Bendahara DPC, Ibad Badrudin dan pengurus-pengurus lainnya. Sedangkan Ketua DPC, Agus Subagja saat itu tidak ikut hadir karena ada hal yang lebih penting menyangkut pekerjaanya.(Malik)
Ler Mais

Indonesia kirim penghafal Alquran ke Dubai

Illustrasi: Al-Qur'an

TDB (JAKARTA) -- Indonesia mengirimkan penghafal Alquran (AlHafiz), Mohammad Muchtar Dzulhilmi, 13 tahun, untuk mengikuti "The 16th Session Dubai International Holy Quran Award (DIHQ) 2012" di Dubai, Uni Emirat Arab (UAE) yang diselenggarakan Komite Dubai International Holy Quran dan dibuka sejak Jumat (27/7) lalu.

Siaran pers Kedutaan Besar RI di Abu Dhabi yang diterima di Jakarta, Kamis, menyebutkan acara itu diikuti 88 negara, termasuk Indonesia.

Pada kompetisi ini, Dzulhilmi yang masih duduk di kelas VI di satu madrasah, didampingi oleh Jamaludin Noor, dari Kementerian Agama. Dzulhilmi berhasil melalui proses seleksi awal untuk sampai pada tahap putaran final.

Dzulhilmi mendapatkan giliran pada Selasa (31/7), bersaing ketat dengan peserta dari Spanyol, Aljazair, Qatar, Sudan, Kongo, Barbados dan Papua Nugini.

Juri berasal dari Mesir, India, Qatar, Arab Saudi dan Indonesia.

Pada tahap seleksi akhir, penampilan Dzulhilmi dapat dikatakan memuaskan dan tidak terlihat gugup. Dari tiga hafalan surat yang diajukan oleh para juri, hanya terdapat satu kesalahan kecil. Namun hal ini belum menjadi penentu kemenangan karena di hari-hari berikutnya masih ada peserta lain yang masih mengikuti proses seleksi final.

Untuk sampai pada putaran final, para peserta harus lulus tes awal yang dilakukan oleh para juri asal UAE. Tes bertempat di hotel tempat mereka menginap. Jika lulus maka peserta dapat maju ke putaran final yang diselenggarakan di gedung Dubai Chamber of Commerce dan dapat disaksikan oleh masyarakat luas secara langsung baik di tempat acara maupun berbagai media TV di UAE.

Para juri untuk putaran final berasal dari negara selain UAE. Pada tahun ini diundang pula juri Indonesia yaitu Dr. Haji Said Agil Husin Al Munawar, mantan Menteri Agama RI.

Dubes RI untuk UAE, Salman Al Farisi yang hadir bersama dengan staf KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai pada malam itu memberikan semangat kepada peserta asal Indonesia.

Dalam wawancara dengan media setempat, Dubes Salman menyatakan bahwa kompetisi ini sangat bermanfaat bagi kemajuan Islam, khususnya mendorong Al Hafiz di usia muda dan mengapresiasi dukungan penuh dari penguasa Dubai sekaligus Wakil Presiden UAE, Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum.

Bagi Indonesia, katanya, kompetisi ini menjadi wahana bagi para Al Hafiz Indonesia untuk mengasah kemampuannya.

Dubes menyatakan dia sangat kagum dan bangga dengan kemampuan Dzulhilmi yang masih sangat muda namun sudah hafal Al Quran dan berharap kali ini Indonesia dapat mengantongi juara dan menunjukkan keberadaan Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Pengumuman sekaligus penutupan DIHQ 2012 akan dilakukan pada 9 Agustus 2012. Pemenang pertama hingga ketiga akan mendapat hadiah sebesar masing-masing sebesar Dh. 250.000, Dh. 200.000, Dh. 150.000 atau setara dengan Rp600 juta, Rp480 juta dan Rp360 juta. Sementara untuk Al Hafiz yang berada di posisi ke-4 hingga ke-10 besar mendapatkan hadiah antara Dh 35-65 ribu (Rp 84 juta-Rp156 juta), dan yang berhasil masuk putaran final mendapatkan uang senilai Dh. 30 ribu (Rp72 juta).

Di sela waktu kosong keikutsertaan Dzulhilmi di ajang ini, KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai memanfaatkan dia untuk memberikan pengetahuannya kepada anak-anak dan masyarakat Indonesia di UAE sehingga memotivasi anak-anak Indonesia di UAE untuk lebih giat belajar Alquran.
(ANT)
Ler Mais

Akhirnya Nasrullah Divonis 2 Tahun

Nasrullah, tersangka pelaku pelecehan seksual

TDB (SUKABUMI) –- Hakim Pengadilan Negeri (PN) Cibadak mejatuhkan vonis 2 (dua) tahun penjara pada Nasrullah (28),  warga kampung Cisande RT 06/02 Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi. Ia divonis karena terbukti telah melakukan pelecehan terhadap  NM (25), gadis belia kampung Ciheulang Tonggoh, Desa Ciheulang, Kabupaten Sukabumi beberapa waktu lalu.

Mendengar putusan tersebut, Nasrullah hanya bisa diam. Namun ia sempat sedikit mengeluarkan air mata dan memeluk orang tuanya yang saat itu hadir di persidangan.

Jaksa penuntut umum (JPU) Alfian, sebelumnya menuntut terdakwa kurungan 3 tahun penjara.

Terdakwa terjerat pasal 289 KUHP yakni melakukan perbuatan yang menyerang kehoratan kesusialaan dengan ancaman penjara paling lama 9 tahun. ”Kami menimbang terdakwa, ia mengakui kesalahnya, dan perbuatan yang terdakwa lakukan masih dalam koridor suka-sama suka”, ungkap Alfian.

Setelah majelis hakim memberikan vonis tiga 2 tahun, Penasehat hukum terdakwa, Rahmat Faddilah, SH dan Reni Setiawati, SH, menyatakan pikir-pikir. Majelish hakim memberikan waktu selama satu pekan kedepan untuk keduanya menerima putusan itu atau akan melakukan banding. Namun saat berita ini diturunkan, pihak keluarga dan penasehat hukumnya menerima putusan tersebut.

Nurhadi Andun Serawai, SH, MH.
Nurhadi Andun Serawai, SH, MH.: “Keadilan Tidak Berati Dipukul Sama Rata”

Berbicara mengenai keadilan, Hakim Ketua pada Pengadilan Negeri Cibadak, Nurhadi Andun Serawai, SH, MH. Cukup panjang memberikan paparan.

Menurutnya, keadilan tidak berarti Dipukul sama rata, tapi kadar hukum disesuaikan dengan Undang- Undang. “Ya, seperti pada kasus yang menimpa Nasrullah itulah misalnya”, ungkap Nurhadi kepada TDB ditemui sesaat setelah sidang perkara Nasrullah digelar, Senin (16/7) lalu.
“Jika memang benar-benar ia terbukti melanggar pasal 289 KUHP, yakni melakukan perbuatan yang menyerang kesusilaan, otomatis ia akan terjerat pasal itu dengan kurungan maksimal 9 tahun”. Jelas Nurhadi.

Dikatakan, meski perbuatan yang dilakukan Nasrullah tidak sejauh yang orang lain bayangkan, namun ia telah mengakui perbuatan yang masuk kategori pasal 289 KUHP itu, meski hanya sebatas meremas dadanya. Oleh karenanya dengan berbagai pertimbangan, dirinya memutuskan untuk memvonis Nasrullah 2 tahun.

Memang, kata Nurhadi, sangat dilematis jika ada oknum penegak hukum yang berbicara, ada uang selesai perkara. “Namun semua itu terpulang, bagaimana kita ataupun masyarakat, menanggapi dan menyikapinya”, tambah Nurhadi.

“Itulah mungkin salah satu akibat ketidak sesuaian gaji para penegak hukum, sehingga para oknum penegak hukum molontarkan isu ‘ada uang selesai perkara”, jelasnya.

Dilain pihak Nurhadipun merasa bersyukur dan berterimakasih kepada pemerintah, atas recananya menaikan gaji para hakim dan penegak hukum lainnya. “Semoga dengan demikian, para penegak hukum bisa bekerja maksimal sesuai profesinya dan bisa lebih memberi kepusan terhadap masyarakat yang tersangkut kasus hukum ang dialaminya serta memenuhi rasa keadilan”. Pungkasnya. (Malik)
Ler Mais
 
Tabloid Duta Bangsa 3 | by TNB ©2010