Páginas

YLPI Tegalega Sukabumi harus bangkitkan Ponpes kembali

Minggu, 02 September 2012

Tampak dari kiri ke kanan: Mang Baksil, Yusuf Ramdan, Yan Hasanudin Malik, Ema Marlia, Tuti Mardiyah, Eti Rusmiati

TDB, SUKABUMI -- Alumni Madrasah Aliyah (MA) angkatan tahun 1989 Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Tegalega, Lembur Situ, kota Sukabumi, berharap agar Yayasan yang membidangi pendidikan mulai dari Taman-kanak (TK) hingga setara SMA saat itu, membangkitkan dan menghidupkan kembali pendidikan Pondok Pesantren (PP).

Harapan tersebut muncul saat acara pertemuan beberapa alumni MA YLPI Tegalega angkatan ’89 yang diadakan,  menjelang diadakannya pertemuan akbar alumni YLPI Tegalega yang akan dilaksanakan bulan Sya’ban yang akan datang, Minggu (2/9).

“Pertemuan ini hanya pertemuan sebagian kecil alumni MA YLPI Tegalega angkatan tahun 89 saja”, ujar A. Malik AS, ketua sementara alumni MA YLPI Tegalega angkatan ’89 kepada Tabloid ini, sesaat setelah acara pertemuan usai, bertempat di ruang rapat BMT Ibaadurrahman, jalan Suryakencana, kota Sukabumi.

Menurut  Mang Baksil (panggilan akrab A. Malik AS), pertemuan ini bukan pertemuan istimewa, hanya pertemuan sederhna menjelang pertemuan akbar alumni YLPI Tegalega yang akan dilaksanakan bulan Dzulhijjah 1433 H yang akan datang. “Pertemuan ini hanya pertemuan kecil. Insya-Allah pertemuan akbar seluruh alumni YLPI Tegalega akan dilaksanakan bulan Dzulhijjah 1433 H. Dan insya-Allah pula akan dihadiri oleh beberapa angkatan”, ujarnya.

Karena kepedulian mereka terhadap almamater, satu ide harapan muncul dari hasil pertemuan sederhana tersebut, yakni alumni MA YLPI Tegalega ’89 akan mengusulkan agar yayasan menghidupkan kembali pendidikan Pondok Pesantren yang selama beberapa tahun belakangan ini sudah tidak terlihat eksistensinya. “Kami berharap agar Yayasan, menghidupkan kembali Ponpes yang sejak digulirkannya reformasi, sudah tidak terdengar gaungnya lagi”. Tambahnya.

Padahal menurut Mang Baksil, sebelumnya YLPI Tegalega sangat dikenal dengan Ponpes moderennya. “Bahkan santrinya pun banyak yang datang dari luar pulau”, kenangnya. Namun Ia pun belum mengetahui pasti, apa penyebab hal tersebut.

Selain Mang Baksil, ikut hadir dalam pertemuan itu, Direktur BMT Ibadurrahman, Eti Rusmiati, SE, Yan Hasanudin Malik, Wakil Ketua MUI Kota Sukabumi, Yusuf Ramdani yang kini mengajar di salah satu SMP di Sukabumi, Hj. Tuti Mardiyah, pengusaha kondang di Ciranjang, Ema Marlia, guru di sebuah SD ternama di Sukabumi.

Disinggung ketidak hadiran rekan-rekan yang lain dalam pertemuan ini, Mang Baksil berkilah, ia sudah mengundangnya, namun pada saat bersamaan mereka sedang ada kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkannya. “Yang jelas kami sudah memberi kabar sebelumnya, bahwa hari ini ada silaturahmi seperti ini”, tegasnya.

Dijelaskannya oleh karena pertemuan atau silaturahmi kali ini banyak yang tidak bisa hadir, maka menurutnya pertemuan tersebut akan ditindak lanjuti atau dijadual ulang akhir September 2012 yang akan datang. “Kami berharap pada waktunya mereka bisa menyisihkan waktu untuk hadir di pertemuan seperti ini”, pungkasnya. (Red)

0 komentar:

Posting Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

 
Tabloid Duta Bangsa 3 | by TNB ©2010