TDB, SUKABUMI - Terkait rencana pencalonan dirinya ikut Pemilukada Kota Sukabumi, Ahmad Fahmi, bakal calon dari Partai Keadilan Sejahtera (balon-PKS) membantah isu, dirinya sudah pastikan calon pendamping (F2) untuk melengkapi pencalonannya menuju Walikota (F1), pada Pemilukada Kota Sukabumi 2013 nanti.
Bantahan itu diutarakan Fahmi kepada wartawan saat ditanya seputas isu yang sedang berkembang di masyarakat, terutama beberapa partai politik (parpol) di kota Sukabumi, bahwa dirinya sudah pastikan calon pendamping untuk ikut mendaftarkan diri dan maju pada pemilukada Kota Sukabumi 2013 mendatang.
“Ya, silahkan-silahkan saja, tapi dari sisi struktural PKS samasekali belum menentukan sikap akan berpasangan dengan siapa dan di posisi apa kita nanti”, kilahnya. “Selama ini saya masih memfokuskan kepada peningkatan popularitas dan elektabilitas saya secara pribadi”, aku Wakil ketua DPRD Kota Sukabumi dari PKS kepada, sesaat setelah usai melaksanakan Rapat Paripurna mendengar nota APBN 2013, di Gedung DPRD Kota Sukabumi, beberapa waktu lalu.
Kemudian, lanjut Fahmi, selama ini partainya masih melakukan komunikasi politik dan kajian terhadap beberapa kanditat yang dianggap layak untuk bisa mendampinginya. “Kita masih mengadakan kajian terhadap beberapa kabdidat yang dianggap layak sebagai pendamping”, katanya.
“Karena PKS ingin Ideal, diantara yang kita harapkan bagaimana ada orang yang mampuh bersama-sama dengan PKS untuk merubah atau menata ulang kondisi-kondisi kota kita serta mampu memperbaiki kondisi yang ada”, papar Fahmi.
Di akhir perbincangannya Fahmi pun berharap agar semua terutama masyarakat, bisa memanfaatkan momen ini sebaik baiknya, memilih berdasarkan hati nurani. “Paling penting masyarakat agar istikharah sebelum menentuikan pilihan nanti”, pungkasnya. (Malik)
0 komentar:
Posting Komentar
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.