Páginas

1 2 3 4
Tampilkan postingan dengan label hukam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hukam. Tampilkan semua postingan

Polisi akan Tembak di Tempat Perusak Properti

Akibat yang Ditimbulkan oleh Pengrusakan Oknum GARIS
TDB, SUKABUMI - Kepala Kepolisian Resort (Kapolresta) Sukabumi Kota, Ajun Komisaris Besar, Witnu Urip Laksana, menegaskan akan menembak di tempat para pelaku yang melakukan
tindakan melanggar hukum.

Langkah tegas akan dilakukan oleh petugas menyusul perusakan kantor leasing “A” yakni kantor lembaga pembiayaan yang berlokasi di Jln. Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, kota Sukabumi hingga beberapa kaca depan kantor hancur berantakan.

“Siapapun pelakunya, kami akan menindak tegas. Bila perlu akan menembaknya di tempat,” tegas Kapolresta Sukabumi, Jumat (14/9/12).

Dilain pihak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Reformasi Islam, H. Chep Hernawan sangat menyesalkan terjadi aksi perusakan. Pihaknya sangat berharap seluruh anggotanya untuk segera mengehentikan aksi tersebut. Cecep menduga aksi tersebut karena terprovokasi isu yang menjerumuskan. 

“Karena itu, saya berharap peristiwa serupa tidak perlu terjadi lagi. Kami sangat menyesalkan persitiwa tersebut,” ujarnya. (Malik)
Ler Mais

Polda Jatim bantah markasnya disusupi anggota JAT

TDB, SURABAYA -- Kabar adanya 2 orang yang diduga jaringan anggota Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) menyusupi ke Mapolda Jawa Timur dibantah Kabid Humas Polda Jatim. Peningkatan keamanan di lingkungan polda hanya sebagai latihan meningkatkan kewaspadaan anggotanya.

"Kita harus meningkatkan kewaspadaan kalau ada polisi diserang. Kita melakukan kegiatan latihan, razia itu harus dilakukan," kata Kabid Humas Kombes Pol Hilman Thayib seperti dikutip detiksurabaya.com, Rabu (5/9/2012).

Latihan peningkatan kewaspadaan semua unsur kepolisian tersebut dilakukan untuk mengantisipasi seperti kasus penembakan anggota di pos polisi di Solo Jawa Tengah.
"Salah satunya meningkatkan kewaspadaan anggota di polda, polres, polsek atau pos polisi. Jangan sampai ditembak, tapi anggotanya tidak siaga," tuturnya.

Ketika ditanya lebih lanjut, apakah 2 orang yang dikabarkan sebagai anggota JAT itu memang sengaja diundang polda, untuk sebagai alat latihan, mantan Kapolrestabes Banjarmasin ini enggan menjelaskannya.
"Nggak usah dengarkan kata orang lain. Dengarkan kita saja. Ini cuma latihan kewaspadaan, semua unsur dilibatkan. Untuk meningkatkan kewaspadaan, kan nggak tahu siapa yang datang," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengamanan Markas Polisi Daerah Jawa Timur diperketat setelah tersiar kabar jika 2 orang yang diduga anggota JAT telah menyusup ke salah satu gedung yang ada di mapolda.
Satu dari dua orang itu berinisial HW terlihat di cctv mengenakan kemeja motif garis warna biru gelap coklat putih, celana warna biru gelap, memakai sepatu serta membawa tas ransel warna hitam.

Kedua orang tersebut turun dari lantai 2 atau 3 Gedung Waspada. Keduanya tidak diketahui masuknya, namun dimungkinkan mereka masuk dari sisi barat Gedung Waspada, tiba-tiba muncul dan langsung turun ke lantai 1. Anggota intel yang mengetahui kedua orang tersebut, langsung mencari keberadaan orang tersebut hingga ke arah RS Bhayangkara yang terletak di sisi selatan polda, namun tidak ditemukan keduanya. (sourch: Arrahah.com)
Ler Mais
 
Tabloid Duta Bangsa 3 | by TNB ©2010